Penyebab Sering Tidak Bisa Tidur Saat Berada di Tempat Baru

Posted by AyiedNet on 4:02 PM in ,
Anda sedang berlibur di luar kota dan harus menginap di sebuah hotel atau di rumah seorang kerabat. Sayangnya, pada malam pertama menginap, Anda tak bisa tidur meskipun badan sudah capai. Pernah mengalami hal ini? Tenang, Anda tidak sendirian.

Para peneliti telah mengamati fenomena unik ini, di mana seseorang biasanya tidak bisa tidur di tempat baru. Fenomena ini juga sering disebut first night effect atau efek malam pertama. Mengapa bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya, ya? Berikut ulasan lengkapnya.
Kenapa tak bisa tidur di tempat baru?

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Biology tahun 2016, ketika Anda berada di tempat baru, otak Anda akan tetap terjaga. Bahkan ketika Anda mencoba untuk tidur sekalipun.

Tidak Bisa Tidur Saat Berada di Tempat Baru

Dalam penelitian ini, para ahli dari Brown University di Amerika Serikat memantau aktivitas otak para peserta yang diminta untuk tidur di laboratorium. Pada malam pertama, rupanya otak bagian kiri para peserta yang sedang tidur masih tetap aktif dan bereaksi terhadap suara di sekitarnya.

Dibandingkan dengan otak bagian kanan, otak bagian kiri perannya lebih penting dalam berjaga-jaga dan mendeteksi adanya ancaman. Inilah mengapa Anda akan lebih mudah terbangun saat tidur kalau Anda mendengar suara-suara dari telinga kiri.

Otak bagian kiri Anda memang akan lebih waspada ketika berada di tempat baru. Ini karena tidur di tempat yang asing membuat Anda cemas akan hal-hal yang tidak terduga. Misalnya suhu ruangan atau posisi tidur yang berbeda. Untuk melindungi diri dari ancaman, otak kiri Anda pun akan berjaga-jaga selama Anda tidur.

Berada di tempat baru, entah karena sedang liburan atau karena pekerjaan, juga bisa meningkatkan kadar stres Anda. Hal ini juga bisa membuat Anda makin gelisah dan tak bisa tidur.

Bahkan sebuah penelitian dalam Journal of Psychiatric Research mengungkapkan kalau first night effect ini bisa bertahan selama lebih dari satu malam. Jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir kalau di malam kedua Anda belum bisa tidur nyenyak. Otak Anda masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru.

Semakin sering bepergian, Anda akan semakin gampang tidur di tempat baru

Jangan salah, ada juga orang yang malah bisa langsung tidur nyenyak di tempat baru. Bila Anda termasuk tipe orang yang mudah tidur di tempat yang baru, Anda mungkin sudah sering bepergian dan menginap di hotel atau rumah teman.

Menurut para ahli dari Brown University, otak manusia adalah organ tubuh yang cukup fleksibel. Kalau Anda sudah sering tidur di tempat yang baru, otak pun sudah tidak akan terlalu cemas dan waspada lagi.

Pasalnya, Anda sudah beberapa kali harus tidur di tempat baru dan ternyata memang tidak ada ancaman apa pun. Anda pun bisa lebih rileks dan tidur nyenyak meskipun berada di tempat yang asing.

Cara supaya tidur lebih nyenyak di tempat baru

Kalau Anda sering tak bisa tidur saat menginap di tempat baru, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Simak tips-tips berikut ini.

    Mandi air hangat sebelum tidur. Ini akan membantu Anda agar lebih nyaman. Namun, pastikan Anda tidak kepanasan saat tidur. Jadi, atur suhu kamar supaya cukup sejuk.
    Jangan main HP sebelum tidur. Usahakan untuk mematikan semua alat elektronik Anda kira-kira 90 menit sebelum waktunya tidur. Sinar dan kedipan cahaya dari smartphone Anda akan membuat otak semakin waspada dan sulit beristirahat.
    Bawa bantal atau selimut dari rumah. Kalau bisa, bawa bantal atau selimut dari rumah saat menginap di tempat baru. Aroma dan tekstur kainnya bisa “menipu” otak seolah-olah Anda sedang tidur di rumah sendiri. 
    Pakai earplug (sumbat telinga). Supaya Anda tidak mudah terbangun karena suara-suara di sekitar, gunakan earplug saat Anda tidur.